CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kehidupan










Contoh kasus Hukum Perdata Internasional

Kasus Gianni Versace S.p.A melawan Sutardjo Jono. Para pihak yang bersengketa dalam kasus ini adalah Gianni Versace S.p.A, selaku penggugat yang merupakan badan hukum yang didirikan menurut Undang-Undang Italia dan berkedudukan di Italia. Perusahaan Gianni Versace S.p.A didirikan pada tahun 1978 oleh seornag desainer terkemuka bernama Gianni Versace. Gianni Versace S.p.A adalah salah satu perusahaan fesyen ternama di dunia. Perusahaan ini mendesain, memproduksi dan mendistribusikan produknya yang berupa busana, perhiasana, kosmetik, parfum dan produk fesyen sejenis. Pada bulan September 2000, Gianni Versace S.p.A bekerjasama dengan Sunland Group Ltd, sebuah perusahaan terkemuka Australia membuka “Pallazo Versace”, yaitu sebuah hotel berbintang enam yang terletak di Gold Coast Australia. Saat ini kepemilikan Versace Group dipegang oleh keluarga Versace yang terdiri dari Allegra Beck Versace yang memiliki saham 50%, Donatella Versace yang memiliki saham 20% dan Santo Versace yang memiliki saham sebanyak 30%. Saat ini Santo Versace menjabat sebagai Presiden perusahaan dan Donatella Versace merangkap sebgaai Wakil presiden dan direksi Kreasi. Giannni Versace S.p.A selaku penggugat ini menjual produksinya ke Indonesia dan merek yang melekat pada produk-produk milik penggugat telah dilindungi oleh hukum Indonesia. Kemudian, pihak tergugat adalah Sutardjo Jono, seorang Warga Negara Indonesia yang berkedudukan di Medan. http://www.vhrmedia.com/Hukum-Perdata-Internasional-konsultasi981.html Kasus Trail Smelter Bermula dari kasus pencemaran udara yang diakibatkan oleh sebuah perusahaan pupuk milik warga negara Kanada yang dioperasikan di dalam wilayah Kanada, dekat sungai Columbia, lebih kurang 10 mil menjelang perbatasan Kanada-AS. Mulai tahun 1920 produksi emisi perusahaan tersebut terus meningkat. Emisi tersebut mengandung sulfur dioksida, menyebarkan bau logam dan seng yang sangat menyengat. Pada tahun 1930 jumlah emisi tersebut mencapai lebih dari 300 ton sulfur setiap hari. Emisi tersebut, karena terbawa angin, bergerak ke arah wilayah AS melalui lembah sungai Columbia dan menimbulkan berbagai akibat merugikan terhadap tanah, air dan udara, kesehatan serta berbagai kepentingan penduduk Washington lainnya. AS kemudian melakukan klaim terhadap Kanada dan meminta Kanada bertanggungjawab terhadap kerugian yang diderita AS. Setelah melakukan negosiasi, kedua negara sepakat untuk menyelesaikan kasus itu melalui International Joint Commision, suatu badan adminsitratif yang dibentuk berdasarkan Boundary Waters Treaty 1907. Badan itu tidak mempunyai yurisdiksi terhadap masalah-masalah pencemaran udara dan sesungguhnya hanya mempunyai yurisdiksi terhadap sengketasengketa yang berkaitan dengan masalah perbatasan perairan. http://www.scribd.com/doc/3116958/finale Radioaktif di Prancis Di Prancis tingkat radioaktif naik menjadi 400 kali yang tercatat secara normal. Di Inggris orang dilarang minum air hujan karena tercatat awan radio aktif di Kent. Begitu pula halnya dengan Finlandia, Italia dan Irlandia. Di Swiss, nelayan dilarang menangkap ikan di Danau Ugano karena ada radioaktif di situ. Pemerintah Swiss mengganti kerugian nelayan karena dilarang menangkap ikan. Meskipun parlemen Eropa mendesak agar menuntut ganti kerugian dari Uni Soviet tetapi tidak ada kepastian mengenai hal itu. Mungkin karena Uni Soviet masih berpaham komunis dan perang dingin masih berlangsung, lagi pula Uni Soviet masih merupakan salah satu negara adidaya pada masa itu. Enam bulan setelah terjadi malapetaka Chernobyl, yaitu pada tanggal 1 November 1986 terjadi kebakaran zat kimia yang hebat di pabrik Sandoz, suatu industria multinasional Swiss di Basel. Pemerintah Swiss menyatakan terjadi 30 ton zat kimia tumpah ke sungai Rijn termasuk herbicides, pestisida, dan mercury beracun. Akan tetapi, pemerintah Prancis mengatakan semuanya 1.000 ton. http://www.scribd.com/doc/3116958/finale Kasus Temasek Keputusan KKPU atas kepemilikan silang (cross ownership) Temasek Holding (TH) masih menjadi berita hangat. Keputusan yang menimbulkan kontroversi itu tampaknya akan berbuntut panjang dengan upaya Temasek memperkarakan keputusan KPPU tersebut pada semua forum hukum yang tersedia dengan alas an pertimbangan yang mendasari keputusan itu memiliki banyak kelemahan. Bila dicermati, berbagai kelemahan pertimbangan yang dikemukakan Temasek tampaknya tidak beralasan. Sebagai contoh, pernyataan Direktur Eksekutif Temasek Simon Peres yang menyatakan perusahaan itu tidak memiliki saham di Telkomsel dan Indosat. Pernyataan itu sepintas lalu ada benarnya. Ini karena secara langsung Temasek tidak memiliki saham pada kedua operator seluler itu. Namun, lewat Singtel dan STT yang notabene merupakan anak-anak perusahaannya. Temasek mengantongi saham Telkomsel maupun Indosat masing masing sebesar 35 persen dan 41,9 persen. Dengan demikian, amat aneh bila Temasek beranggapan tidak memiliki saham di Telkomsel dan Indosat. Kepemilikan saham pada satu atau beberapa perusahaan yang bisnisnya sejenis atau tidak lewat anak-anak perusahaan merupakan hal yang lazim dan secara yuridis tidak terlarang dalam berbisnis, baik secara nasional maupun multinasional. Yang dilarang apabila kepemilikan saham pada suatu perusahaan, baik secara langsung maupun lewat anak perusahaannya, menimbulkan penguasaan pasar pada satu jenis barang atau jasa tertentu secara dominan sebagaimana diatur di Pasal 27 UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. http://www.scribd.com/doc/1979505/Kasus-Temasek

my name is




Della Nur Ika Saputri

Hidup Penuh Pilihan




tersenyum diantara cemberut atau cemberut diantara tersenyum ?




pengertian hubungan internasional

Pengertian Hubungan Internasional Menurut RESTRA ( Rencana Stategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia) : Hubungan internasional dirumuskan sebagai hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional negara tersebut. Menurut Charles A. Mc.Clelland : Hubungan internasional adalah studi tentang keadaan relevan yang mengelilingi iteraksi. Menurut Warsito Sunaryo : Hubungan internasional merupakan study tentang interaksi antara jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu. Menurut Drs. Suwardi Wiraatmadja, M.A : Hubungan internasional lebih luas dari politik internasional. Komponen –komponen yg harus ada dalam hubungan internasional Politik internasional (International Politics) Study tentang peristiwa internasional (The Study Of Foreigh Affair) Hukum internasional (International Law) Organisasi adminitrasi internasional (Internasional Organization Ofadministration) Bentuk dari hubungan internasional Asas Teritorial : kekuasaan atas daerahnya Asas Kebangsaan : kekuasaan untuk seluruh warga negaranya Asas Kepentingan Umum : wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingandalam kehidupan bermasyarakat Asas Persamaan Harkat , Martabat, Dan Derajat : asas bahwa negara-negara yg berhubungan adalah negara yg berdaulat Asas Keterbukaan : dilakukan keterbukaan dari kedua belah pihak Maksud dan tujuan hubunga internasional menurut kartasasmita Mempererat hubungan antarnegara yg satu dengan negara yg lain Mengadakan kerja sama dalam rangka saling membantu Menjelaskan dan menegakkan kedaulatan dan batas-batas wilayah Mengadakan perdamaian dan perundingan pakta nonagresi Mengadakan hubungan dagang atau ekonomi sesuai dengan kepentingan masing-masing Pentingnya hubungan internasional Faktor Internal : adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya, baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain. ex : membentuk pakta pertahanan Faktor Eksternal : ketantuan hukum alam yg tidak dapat dimungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari negara lain. ex : bidang ekonomi, pertahanan keamanan, dll Negara adalah organisasi di suatu wilayah yg mempunyai kekuasaan tertinggi yg sah dan ditaati oleh rakyat. Unsur-unsur berdirinya suatu negara (konverensi montevideo tahun 1933) Rakyat Daerah atau wilayah yg permanen Penguasa yg berdaulat Kesanggupan berhubungan dengan negara lain Pengakuan negara lain Faktor-faktor memerlukan pengakuan negara lain Adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya,baik dari dalam maupun dari intervensidari negara lain Ketentuan hukum yg tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerja samadengan negara lain Pengakuan dari negara lain Pengakuan secara de facto o Bersifat tetap : pengakuan dari negara lain terhadap suatu negara hanya bisa menimbulkan hubungan dilapangan perdagangan dan ekonomi. o Sementara : pengakuan yg diberikan oleh negara lain dengan tidak melihat jauh pada hari depan (apabila negara baru tersebut jatuh maka negara lain akan menarik kembali pengakuannya) Pengakuan secara de jure o Bersifat tetap : pengakuan dari negara lain berlaku untuk selama-lamanya setelah melihat kenyataan bahwa negara baru tersebut dalam beberapa waktu lamanya menujukkan pemerintahan yg stabil o Bersifat penuh : terjadi hubungan antara negara yg mengakui dan diakui, yg meliputi hubungan dagang, ekonomi, dan diplomatik. PERJANJIAN INTERNASIONAL Pengertian perjanjian internasional Oppenheim-Lauterpacht : suatu persetujuan antar negara yg menimbulkan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yg mengadakan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S. H : perjanjian yg diadakan antara bangsa yg bertujuan untuk menciptakan akibat-akibat hukum tertentu G. Scwarzenberger : persetujuan antara subjek-subjek internasional yg menimbulkan kewajiban-kewajiban yg mengikat Konvensi Wina Tahun 1969 : perjanjian yg diadakan oleh dua negara atau lebih yg bertujuan untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu. Istilah dalam perjanjian internasional Traktat : perjanjian internasional yg isinya bersifat politik Konvensi : persetujuan formal yg bersifat mengikat dan dibuat bersama oleh beberapa negara Protokol : berita acara mengenai hasil suatu kongres Piagam : perjanjian internasional yg menciptakan hukum internasional yg bersifat konstitutif Deklarasi : pernyataan bersama mengenai suatu masalah Modus Vivendi : perjanjian bersifat sementara Persetujuan : perjanjian yg bersifat teknis Covenant : angkaran dasar pbb Pakta Klasifakasi perjanjian internasional Menurut Subjeknya o Perjanjian antarnegara o Perjanjian internasional o Perjanjian antar sesama Menurut Proses Pembentukannya o Perjanjian Bersifat Penting : perjanjian yg dibuat melalui proses perundingan penandatanganan dan ratifikasi o Perjanjian Bersifat Sederhana : perjanjian yg dibuat melalui dua tahap (perundingan dan penandatanganan) Proses pembuatan perjanjian internasional Perundingan (negotiation) Penandatanganan (signature) Pengesahan (ratification) Mulai berlakunya perjanjian internasional o Pada saat sesuai dengan yg tertera atau ditentukan dalam naskah perjanjian o Pada saat peserta perjanjian mengikatkan diri (ratifikasi) Pembatalan perjanjian (menurut konvensi wina 1969) o Adanya penlanggaran hukum o Adanya kesalahan pada saat perjanjian o Adanya unsur penipuan o Terdapat kecurangan o Terdapat unsur paksaan o Terdapat ketentuan perjanjian Berakhirnya perjanjian internasional o Telah tercapai tujuan tersebut o Telah habis masa berlakunya o Adanya persetuan mengakhiri perjanjian o Adanya perjanjian baru

Iklas Sabar Usaha










masa lampau :D



itu dulu kalo sekarang ga tau deh 

april moop 2010 :D

1tahun19hari yg lalu 


kamis, 1 april 2010
abis UTS jam terakhir ada yang sms gue "de jangan pulang dulu" dan gue panik mau gimana (panik karena sebelumnya udah tau ada yang mau menyatakan cinta haha pede duluan)


pas gue diparkiran udah mau ngambil motor, eh ada kakak kelas didepan mobil mau balikin buku penjas gue tapi orangnya diem aja (bego ga tuh? bego yah) akhirnya gue lah yang nyamperin

gue : mau balikin buku yah?
B : iya sini deh gue mau ngomong sama sesuatu sama lo (sambil jalan)
gue : ngomong apa? disini aja

blablablabla (skip)

B : gue sayang sama lo, mau ga lo jadi cewe gue? (gugup loh ngomongnya)
gue : -,- (bingung padahal sebelumnya udah nyiapin teks penolakan tapi lupa haha)


blablablablabla (lupa)

tiba-tiba dari samping kanan gue ada gerombolan anak kelas 2 ada yang bilang "cowo tuh?" gila banget yah padahal sama juga apa yang ada dipikiran gue haha

itu sms yang gue kirim ke pacar gue 19 hari yang lalu loh
sekedar iseng aja nulis ini 

curhat dikit yah

malem ini ga tau kenapa berasa kangen banget sama bimo padahal baru 5 hari doang ga ketemu. selalu kepikiran deh gimana kalo udah ga satu sekolah lagi, udah galau deh kalo ngomongin beda sekolah, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bakal kangen banget pasti, akhir-akhir ini juga gue sering banget nangis, labil aja kali yah
udah jam 22:37 udah ngatuk banget udah ditinggal bimo tidur juga (iyalah dia udah tidur besok masih UN)
byeee, mau tidur dulu yah ~

Karya Tulis Ilmiah


PENGARUH TELEVISI TERHADAP PSIKOLOGI ANAK





     Karya Tulis Ilmiah yang Disusun untuk Memenuhi Sebagian
Tugas Bahasa Indonesia

Kelas XI IPA 5
SMA NEGERI 4 DEPOK
APRIL,2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

      Teknologi sudah semakin maju,dimana orang dalam memerlukan berita atau informasi sudah sangat mudah memperolehnya. Dari sekian banyak kemajuan teknologi salah satu diantaranya adalah pesawat televisi. Berbicara mengenai televisi, tentu ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya, yakni yang menyajikan, yang disajikan dan yang menikmati.

      Televisi yang selama ini berperan sebagai media massa elektronik, walaupun dalam bentuk yang paling sederhana, ternyata mampu mempengaruhi dan menggiring seluruh umat manusia untuk membeli dan memilikinya di berbagai belahan bumi ini sehingga boleh jadi, sampai hari ini, sudah sekian milyar pesawat televisi diproduksi banyak pabrik di seluruh dunia. Sementara merk, harga, mutu dan modelnya pun sudah sangat beragam dan banyak pilihan.

      Televisi dengan berbagai program acara siarannya selama ini, dengan berbagai jenis tayangan informasi dan hiburannya memang selalu menawarkan suatu kenikmatan tersendiri bagi para penontonnya.                            

      Memang tayangan televisi ada manfaat dan kerugiannya. Lebih-lebih apabila pengaruh tayangan yang merugikan atau negatif dicerna oleh anak-anak yang pada akhirnya akan mewarnai pola pikir dan psikologis anak. Apabila pola pikir anak

sudah terkontaminasi1  oleh pikiran yang tidak sehat maka akan terbawa pada usia remaja. Menurut para pakar2 masalah media dan psikologi, di balik keunggulan yang dimilikinya, televisi berpotensi3 besar dalam meninggalkan dampak negatif di tengah berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak. Memang terdapat usaha untuk menggerakkan para orangtua agar mengarahkan anak-anak mereka supaya menonton program atau acara yang dikhususkan untuk mereka saja, namun pada kenyataannya, sedikit sekali orangtua yang memperhatikan ini.

       Televisi sekarang telah menjelma sebagai sahabat yang aktif mengunjungi anak-anak. Bahkan di lingkungan keluarga yang para orang tuanya sibuk bekerja di luar rumah, televisi telah berfungsi ganda4, yaitu sebagai penyaji hiburan sekaligus sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi keseharian anak-anak. Terlepas dari baik buruknya tayangan televisi yang ditonton seorang anak, pola menonton televisi yang tidak terkontrol akan menimbulkan dampak psikologis bagi anak.

      Oleh karena itu, berdasarkan uraian diatas penulis akan menguraikan lebih lanjut mengenai pegaruh televisi terhadap psikologi anak.         

________________________________

1 Terkontaminasi : terkena kotoran, tercemar

2 Pakar : orang yg mempunyai keahlian dl bidang ilmu tertentu

3 Berpotensi : mempunyai  kemampuan yg kemungkinan untuk dikembangkan

4 ganda

1.2 Identifikasi Rumusan Masalah

1.2.1 Apa televisi itu ?

1.2.2 Mengapa televisi itu dapat mempengaruhi psikologi anak ?

1.2.3 Apa saja dampak positif televisi pada anak ?

1.2.4 Apa saja dampak negatif televisi pada anak ?

1.2.5 Bagaimana cara mengurangi menonton tv ?

1.2.6 Apa manfaat hari tanpa televisi ?

1.2.7 Apa saja yang mereka palajari dari  menonton televisi dengan waktu yang sangat lama?

1.2.8 Bagaimana pengaruh televisi terhadap psikologi anak-anak ?   

1.3 Pembatasan Masalah

      Berdasarkan identifikasi masalah diatas , kami membatasi masalah ini hanya pada no. 8 yaitu bagaimana pengaruh televisi terhadap psikologi anak , dan menjadi pelajaran bagi seluruh orang tua, remaja dan anak-anak.

1.4 Rumusan Masalah

      Berdasarkan pembatasan masalah diatas, penulis merumuskan masalah dengan judul “PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP PSIKOLOGI ANAK”

1.5 Kegunaan Penelitian

      Kegunaan dari penelitian ini ialah :





Televisi
  

BAB II

DESKRIPSI TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

2.1 Deskripsi Teori

     2.1.1 TELEVISI

            Televisi berasal dari kata tele dan visie, tele artinya jauh dan visie artinya penglihatan, jadi televisi adalah penglihatan jarak jauh atau penyiaran gambar-gambar melalui gelombang radio. (Kamus Internasional Populer: 1961) Sedangkan menurut KBBI (2001:919) televisi adalah pesawat sistem penyiaran gambar objek yang bergerak yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar, digunakan untuk penyiaran pertunjukan, berita, dan sebagainya.

Televisi sama halnya dengan media massa lainnya yang mudah kita jumpai dan dimiliki oleh manusia dimana-mana, seperti media massa surat kabar, radio, atau komputer. Televisi sebagai sarana penghubung yang dapat memancarkan rekaman dari stasiun pemancar televisi kepada para penonton atau pemirsanya di rumah, rekaman-rekaman tersebut dapat berupa pendidikan, berita, hiburan, dan lain-lain.

Yang dimaksud dengan televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel.Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektrik dan mengkonversikannya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.  

            Televisi dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Apa yang kita saksikan pada layar televisi, semuanya merupakan unsur gambar dan suara. Jadi ada dua unsur yang melengkapinya yaitu unsur gambar dan unsur suara. Rekaman suara dengan gambar yang dilakukan di stasiun televisi berubah menjadi getaran-getaran listrik, getaran-getaran listrik ini diberikan pada pemancar, pemancar mengubah getaran getaran-getaran listrik tersebut menjadi gelombang elektromagnetik, gelombang elektromagnetik ini ditangkap oleh satelit. Melalui satelit inilah gelombang elektromagnetik dipancarkan sehingga masyarakat dapat menyaksikan siaran televisi.

     2.1.2  Tujuan dan Fungsi Televisi

a. Tujuan

Sesuai dengan undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 43, bahwa penyiaran bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, dan membangun masyarakat adil dan makmur.

Jadi sangat jelas tujuan secara umum adanya televisi di Indonesia sudah diatur dalam undang-undang penyiaran ini. Sedangkan tujuan secara khususnya dimiliki oleh stasiun televisi yang bersangkutan. Dari uraian di atas penulis dapat mengklarifikasikan mengenai tujuan secara umum adanya televisi atau penyiaran di Indonesia, adalah sebagai berikut:




b. Fungsi

Pada dasarnya televisi sebagai alat atau media massa elektronik yang dipergunakan oleh pemilik atau pemanfaat untuk memperoleh sejumlah informasi, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Sesuai dengan undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 54 berbunyi ³Penyiaran mempunyai fungsi sebagai media informasi dan penerangan, pendidikan dan hiburan, yang memperkuat ideology, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.´

Banyak acara yang disajikan oleh stasiun televisi di antaranya, mengenai sajian kebudayaan bangsa Indonesia, sehingga hal ini dapat menarik minat penontonnya untuk lebih mencintai kebudayaan bangsa sendiri, sebagai salah satu warisan bangsa yang perlu dilestarikan. Dari uraian di atas mengenai fungsi televisi secara umum menurut undang-undang penyiaran, dapat kita deskripsikan bahwa fungsi televisi sangat baik karena memiliki fungsi sebagai berikut:

Sebenarnya televisi memiliki beberapa fungsi, yaitu :


Pada dasarnya fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat kepada pemirsanya, karena manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan.


Selain untuk menghibur, televisi juga berperan memberikan pengetahuan kepada pemirsanya lewat tayangan yang ditampilkan.


Televisi dapat mengerutkan dunia dan menyebarkan berita sangat cepat. Dengan adanya media televisi manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain. Dengan menonton televisi akan menambahkan wawasan.

2.1.3 Manfaat dan Kerugian Televisi

a. Manfaat Televisi

Televisi memang tidak dapat difungsikan mempunyai manfaat dan unsur positif yang berguna bagi pemirsanya, baik manfaat yang bersifat kognitif afektif maupun psikomotor (Mansur,1993:28)5. Namun tergantung pada acara yang ditayangkan televisi

Manfaat yang bersifat kognitif adalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau informasi dan keterampilan. Acara-acara yang bersifat kognitif di antaranya berita, dialog, wawancara dan sebagainya. Manfaat yang kedua adalah manfaat afektif, yakni yang berkaitan dengan sikap dan emosi.Acara-acara yang biasanya memunculkan manfaat afektif ini adalah acara-acara yang mendorong pada pemirsa agar memiliki kepekaan sosial, kepedulian sesama manusia dan sebagainya. Adapun manfaat yang ketiga adalah manfaat yang bersifat psikomotor, yaitu berkaitan dengan tindakan dan perilaku yang positif. Acara ini dapat kita lihat dari film, sinetron, drama dan acara-acara yang lainnya dengan syarat semuanya itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di Indonesia ataupun merusak akhlak pada anak.

Televisi menarik minat baik terhadap orang dewasa khususnya pada anak-anak yang senang melihat televisi karena tayangan atau acara-acaranya yang menarik dan cara penyajiannya yang menyenangkan.

b.  Kerugian Televisi

Kerugian yang dimunculkan televisi memang tidak sedikit, baik yang disebabkan karena terapan kesannya, maupun kehadirannya sebagai media fisik terutama bagi pengguna televisi tanpa dibarengi dengan sikap selektif dalam memilih berbagai acara yang disajikan. Dalam konteks semacam ini maka kita dapat melihat beberapa kerugian itu sebagai berikut:

1.    Menyia-nyiakan waktu

2.    Melalaikan tugas dan kewajiban

3.    Menumbuhkan sikap hidup konsumtif

4.    Mengganggu kesehatan

5.    Alat transportasi kejahatan dan kebejatan moral

6.    Memutuskan silaturahmi

7.    Mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar anak

2.2 Kerangka Berfikir 

BAB III

METODE PENELITIAN


              Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media televisi terhadap psikologi anak dan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisasi adanya pengaru buruk tayangan  televisi tehadap psikologi anak. Serta untuk mengetahui dampak pengaruh televisi terhadap psikologi anak.


Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Deskriptif adalah salah satu metode penelitian dengan cara observasi dan memberikan fakta secara actual dan kontektual. Data yang diperoleh hanya berlaku bagi tempat waktu dan kondisi penelitian.


Pada penulisan karya tulis ini waktu yang dibutuhkan oleh penulis adalah dari bulan Januari hingga bulan April 2010. Lokasi penelitian yang digunakan oleh penulis adalah sebagian anak remaja yang ada disekitar SMA Negeri 4 Depok.






Dalam karya ini penulis hanya berfokus pada pengaruh televisi terhadap psikologi anak.


              Objek dalam penelitian ini adalah anak-anak dibawah umur 17 tahun yang sering menghabiskan waktu untuk menonton televisi.


              Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis dibantu dengan angket dan dari berbagai sumber yang memuat tentang pengaruh tayangan televisi terhadap psikologi anak.


Prosedur pengumpulan data dalam karya tulis ini dilakukan oleh penulis adalah :






  3.8 Teknik Analisis dan Pengolahan Data

Analisis data dalam karya tulis ini dilakukan dengan cara menguji, menyesuaikan dan mengkategorikan data dengan teori yang ada dalam telaah pustaka dengan data dari angket dan wawancara. Dalam hal ini fase-fase perkembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak dikaitkan dengan media televisi. Setelah semua terkategori dengan baik atau terkumpul dengan baik, maka ditarik suatu simpulan dan dijadikan alternatif pemecahan masalah. 

Dalam karya tulis ini data diolah dengan cara menyajikan dan menganalisis data kemudian diambil kesimpulan. Dalam hal ini, data dari internet yang berupa pengaruh televisi terhadap perkembangan anak dipilih sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, data-data yang dapat digunakan dianalisis berdasarkan teori-teori yang ada, kemudian ditarik suatu kesimpulan.













BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkannya telah mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Bahkan bagi anak-anak sekalipun sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya dan sudah menjadi agenda wajib bagi sebagian besar anak.

Dengan berbagai acara yang ditayangkan mulai dari infotainment, entertainment, iklan, sampai pada sinetron-sinetron dan film-film yang berbau kekerasan, televisi telah mampu membius para pemirsanya terutama anak-anak untuk terus menyaksikan acara demi acara yang dikemas sedemikian rupa. Tidak jarang sekarang ini banyak anak-anak lebih suka berlama-lama di depan televisi daripada belajar, atau bahkan banyak anak yang hampir lupa akan waktu makannya karena televisi. Ini merupakan suatu masalah yang terjadi di lingkungan kita sekarang, dan perlu diperhatikan khusus bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya. Dari latar belakang itu kami memasukkan rumusan masalah dalam penulisan hasil ini yaitu Apa dampak negatif dari menonton televisi terhadap akhlak anak ? Apa sajakah perilaku anak yang ditimbulkan dari kebiasaan menonton Televisi ? Bagaimana peran orang tua dalam mengatasi dampak negatif menonton televisi terhadap anak ?

Dari rumusan masalah tersebut kami dapat menjawab rumusan masalah pertama bahwa Kerugian yang dimunculkan televisi memang tidak sedikit, baik yang disebabkan karena terapan kesannya, maupun kehadirannya sebagai media fisik terutama bagi pengguna televisi tanpa dibarengi dengan sikap selektif dalam memilih berbagai acara yang disajikan. Dalam konteks semacam ini maka kita dapat melihat beberapa kerugian itu yaitu menyita waktu, melalaikan tugas dan kewajiban, menumbuhkan sikap hidup konsumtif, menganggu kesehatan dan berbagai hal yang merugikan kita. Selanjutnya rumusan, masalah kedua yaitu mendorong anak menjadi konsumtif, mengurangi semangat belajar, Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga, Menonjolkan perilaku imitative dan berbagai contoh yang bersifat negative. Dan rumusan masalah terakhir adalah mengatasi dampak negative menonton televisi pada anak adalah 


4.2 Pembahasan

            Dari masalah pengaruh televisi pada anak-anak ini kami membahas mengenai masih banyaknya anak-anak yang gemar menonton televisi. Dari hal itu kami akan membahas Pengaruh Televisi dan Tips Untuk Mengurangi Anak Menonton Televisi.        Kecemasan orangtua terhadap dampak menonton televisi bagi anak-anak memang sangat beralasan, mengingat bahwa banyak penelitian menunjukkan televisi memang memiliki banyak pengaruh baik negatif maupun positif.

                Yang dikhawatirkan dari kalangan orang tua adalah anak-anak yang belum mampu membedakan mana yang baik dan buruk serta mana yang pantas dan tidak pantas, karena media televisi mempunyai daya tiru yang sangat kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

            Banyak yang menyatakan bahwa televisi mampu mempengaruhi sikap, perilaku dan psikologi anak-anak. Akan tetapi sebenarnya yang salah bukanlah televisinya tetapi dampak tayangan yang ada dalam televisi. Dengan demikian, persoalan mendasar dari kehadiran media televisi terletak pada pemanfaatannya.

4.2.1 Pengaruh Terhadap Perkembangan Anak

            Sebuah penelitian regional yang melibatkan anak – anak Kanada , Australia , Amerika dan Indonesia dalam hal menonton televisi mendapatkan hasil yang menarik , yaitu anak Indonesia adalah penonton tv terlama , disusul Amerika , Australia dan yang paling rendah Kanada .

            Hal ini tak lepas dari perubahan gaya hidup masa kini yang dianut sebagain besar orang tua di Indonesia: Sibuk bekerja, pengasuhan anak diserahkan kepada pengasuh serta berbagai faktor lain yang mengiringi.

            Menonton televisi tampaknya membawa dampak negatif pada perkembangan anak dibanding dampak positif. Dari televisi anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan, bahkan termasuk yang belum layak mereka tonton, mulai kekerasan dan kehidupan seks .

4.2.2 Pengaruh Terhadap Kesehatan

Kecenderungan menonton tv terlalu lama akan meningkatkan angka obesitas pada anak-anak. Satu jam nonton tv misalnya, akan meningkatkan obesitas sebesar 2%. Karena selama menonton TV, , anak lebih banyak ngemil dan tak melakukan aktivitas olah tubuh.

            Hal yang sama berlaku bagi anak yang lebih suka bermain games atau komputer dibanding anak yang bermain-main di luar bersama teman-teman. Saat nonton tv atau main game, terjadi ketidakseimbangan energi yang masuk dan yang digunakan . Saat anak nonton tv, kalori yang dibakar hanya sekitar 36 kkal/jam, padahal apa yang dia konsumsi jauh melebihi kalori yang digunakan. Anak - anak perlu aktif untuk bertumbuh.

            Obesitas tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan karena mengundang berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan sendi, penyakit jantung koroner hingga stroke saat anak dewasa, namun juga dapat mengganggu psikologis anak. Ingat, obesitas akan terbawa saat anak dewasa jika tak ditangani secara baik. Mungkin ia akan merasa malu, rendah diri, bahkan merasa tak berharga karena memiliki tubuh 'berbeda' dibanding teman-teman di lingkungannya.

4.2.3 Pengaruh Terhadap Kecerdasan

Menurut penelitian yang kami lakukan 6 dari 40 siswa mengatan tidak memiliki nilai yang bagus di sekolah , dari data tersebut dia menonton TV lebih dari 3 jam sehari .

            Menurut hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievement. Arch Pediatr Adolesc Med 2005, bahwa menonton tv saat masa anak dan remaja berdampak jangka panjang terhadap kegagalan akademis umur 26 tahun.

            Sedangkan penelitian lain mengenai pengaruh tv terhadap IQ anak mendapati hasil bahwa anak di bawah 3 tahun yang rajin menonton televisi setiap jamnya ternyata hasil uji membaca turun, uji membaca komprehensif turun, juga memori. Yang positif hanyalah kemampuan mengenal dengan membaca naik. Dari situ disimpulkan bahwa menonton tv pada anak di bawah 3 tahun hanya membawa lebih banyak dampak buruk dibanding efek baiknya.

4.2.4 Upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisasi dampak negatif Televisi terhadap psikologi anak.

            1. Memperbaiki pola menonton TV pada orang tua

Sebelum kita koreksi dan perbaiki pola menonton TV pada anak, sebaiknya kita koreksi dulu bagaimana pola kita menonton TV. Karena orang tua adalah figur bagi anak-anak. Apa saja yang dilakukan oleh orang tua akan begitu mudahnya dilakukan anak-anak pula. Kalau orang tua menonton TV kapan saja dan melihat acara apapun tanpa kendali dan tanpa control, tentu anak akan mengira bahwa TV memang suatu yang biasa ada dan sah saja dilihat dan dinikmati kapan saja mereka suka. Kalau orang tua dating darimanapun yang disamperi pertama TV, atau dalam rumah itu pagi, siang, sore, larut malam, dini hari TV terus menerus hidup, maka anak-anak akan meniru pola orang tua menghadapi televisi. Dan mereka akan menganggap TV sebagai suatu pelengkap yang harus ada, dan akan terasa hambar apabila ia tidak ada. Sudah semestinya orang tua berusaha terlebih dahulu untuk mengendalikan diri. Tonton TV seperlunya saja dan lakukan diet menonton TV.

            2. Buat jadwal menonton TV

Buatkan anak-anak jadwal menonton TV. Misalnya Minggu jam 16.00 – 17.00  lihat kartun Dinosaurus, Senin jam 14.00 – 15.00 liaht acara game anak dsb. Dengan begitu anak-anak akan terlatih untuk disiplin serta akan banyak terkurangi waktu mereka di depan TV. Pada awalnya mungkin mereka sangat sulit untuk menepati jadwal yang telah ditentukan, tapi lama kelamaan anak akan terbiasa. Ajaklah anak untuk mendiskusikan berbagai acara anak yang ada di televisi. Berilah penjelasan kepada anak mengapa sebuah acara atau film kartun tidak boleh dilihat. Dan berilah kesempatan anak untuk mengemukakan pendapatnya.

Apabila mereka mengajukan usul untuk melihat sebuah acara anak tanyakan alasan mereka memilih acara tersebut. Kalau alas an mereka baik dan tepat tentu sepatutnya kita beri ijin mereka untuk menyaksikan acara tersebut.

            3. Dampingi anak melihat TV

Selama ini kebiasaan kita, kalau anak-anak asyik menonton TV tentu kita bias melakukan banyak kegiatan lain, tanpa terganggu oleh mereka. Tapi jika kita ingin anak-anak tidak terpengaruh oleh hal-hal yang negative yang ditimbulkan oleh TV, maka sebagai orang tua kita harus mendampingi anak saat melihat TV. Dengan demikian kita akan tahu betul acara apa yang disaksikan oleh anak-anak kita. Kalau ada hal-hal yang tidak baik kita langsung bisa katakana pada mereka. Sehingga tidak terjadi sesuatu yang fatal karena kita terlambat mengetahui bahwa apa yang dikonsumsi oleh anak-anak kita adalah tontonan yang tidak sehat.

            4. Kegiatan pengganti

Saat kita sudah memutuskan untuk merubah pola menonton TV pada keluarga, maka akan lebih baik lagi kalau ornag tua membuat berbagai macam kegiatan pengganti yang disukai anak-anak. Banyak sekali kegiatan yang bisa kita lakukan bersama anak-anak untuk mengurangi kegiatan mereka menonton TV. Beberapa kegiatan di bawah ini mungkin bisa kita jadikan salah satu alternative sebagai pengganti nonton TV.

                        a. Melakukan berbagai macam permainan.

Banyak sekali permainan yang bisa dilakukan anak-anak seperti sepak bola, monopoli atau berbagai macam permainan tradisional seperti jamuran, gatheng, engklek dsb. Supaya lebih asyik ajak anak-anak tetangga/kerabat.

                        b. Membuat berbagai macam keterampilan tangan

Pilihlah ragam keterampilan yang mudah dilakukan anak-anak, dan ajaklah mereka. Seperti membuat amplop, membuat tas/dompet dari kertas, membuat kartu ucapan selamat

                        c. Melukis/menggambar

Ajaklah anak pergi ke kebun atau ke tempat terbuka, ajak mereka melukis atau menggambar apapun yang mereka sukai dan mereka inginkan. Apapun dan seperti apapun hasil gambar berilah penghargaan

                        d. Berkebun

Ajaklah anak-anak mengenal dan mencintai tanaman dengan berkebun. Tanamlah biji-biji apapun atau segala macam tanaman hias pada tanah/pot-pot. Dari hari ke hari tanaman itu akan tumbuh dan berkembang. Tanamkan pada anak rasa syukur serta takjub akan ciptaan Allah.